MAPID membagikan arah baru ekosistemnya pada hari kedua MAPID Catalyst 2026, Kamis, 24 September 2026, di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta. Dalam sesi Maps That Think, jajaran pimpinan MAPID memaparkan bahwa GEO MAPID akan berkembang menjadi GEO Studio, SINI AI akan berkembang menjadi GEO Intelligence, MAPID Apps terus diperkaya dengan pengalaman baru bagi komunitas, dan MAPID tengah mengeksplorasi GLASS, sebuah konsep wearable location intelligence. GEO Studio dan GEO Intelligence saat ini masih dalam tahap pengembangan menuju rilis resmi.
Tumbuh Bersama Penggunanya
GEO MAPID hadir sejak 2020 sebagai platform WebGIS dan kini telah digunakan oleh lebih dari 15.000 pengguna. Pada 2023, SINI AI melengkapinya dengan analisis spasial berbasis AI dan telah diakses lebih dari 20.000 kali.
Seiring pertumbuhan tersebut, kebutuhan penggunanya juga semakin beragam. Ada yang membangun proyek geospasial bersama tim, ada pula yang membutuhkan jawaban cepat untuk keputusan bisnis. Pengembangan menjadi GEO Studio dan GEO Intelligence adalah langkah MAPID untuk melayani kedua kebutuhan tersebut dengan model layanan yang lebih adaptif.
GEO Studio: Membangun Bersama Tanpa Hambatan
Sebagai evolusi dari GEO MAPID, GEO Studio dirancang untuk pelajar, akademisi, dan engineer yang mengerjakan proyek geospasial secara kolaboratif. Pengumpulan data lapangan, analisis, hingga pengembangan aplikasi dapat berlangsung dalam satu ruang kerja yang sama. Setiap pembaruan data dapat langsung diketahui tim, dan hasil analisis dapat dikembangkan menjadi aplikasi web sederhana.
GEO Intelligence: Mempercepat Keputusan Lokasi
Sebagai evolusi dari SINI AI, GEO Intelligence ditujukan bagi pelaku usaha yang perlu menentukan lokasi secara tepat, seperti ritel, F&B, franchise, FMCG, distribusi, dan bisnis dengan banyak cabang.
Analisis lokasi secara manual bisa memakan hingga delapan langkah, mulai dari mencari data demografi hingga membandingkan area satu per satu. GEO Intelligence memangkasnya menjadi tiga sampai empat langkah, sehingga pengguna tidak hanya mengetahui di mana lokasi yang potensial, tetapi juga memahami alasannya.
Data yang digunakan juga diperkaya oleh komunitas. Sebagai gambaran, peserta MAPID WebGIS Competition 2026 menghasilkan lebih dari 3.100 aktivitas lapangan melalui MAPID Apps, yang melengkapi data yang dikembangkan MAPID.
MAPID Apps: Ruang Komunitas yang Terus Berkembang
Berbeda dengan dua produk di atas, MAPID Apps sudah berjalan dan digunakan oleh lebih dari 25.000 pengguna. Di MAPID Catalyst 2026, MAPID membagikan gagasan pengembangannya sebagai ruang bagi komunitas untuk terhubung lewat peta. Komunitas dapat menyelenggarakan event dengan pelacakan lokasi secara langsung, fitur interaksi, dan sistem tiket bawaan, serta merancang basemap sendiri melalui MAPID Maps untuk kebutuhan kegiatan mereka.
GLASS: Sekilas Masa Depan Location Intelligence
Sebagai penutup sesi, MAPID memperlihatkan GLASS, eksplorasi wearable location intelligence yang menghadirkan informasi lokasi langsung di depan mata tanpa perlu menggenggam perangkat. GLASS belum menjadi produk komersial. Eksplorasi ini menunjukkan kemungkinan penerapan teknologi spasial untuk kebutuhan lapangan, seperti kunjungan lokasi proyek, pertambangan, dan survei ekspansi, maupun kebutuhan operasional seperti verifikasi alur kerja dan quality control. MAPID membuka peluang kolaborasi proof of concept bersama industri untuk mengembangkannya lebih lanjut.
Menuju Rilis Resmi
Bersama GEO Enterprise yang melayani organisasi berskala besar, rangkaian pengembangan ini akan melengkapi ekosistem MAPID agar dapat melayani pengguna dari berbagai skala, mulai dari kampus, komunitas, dan tim kecil hingga pelaku usaha dan korporasi.
Informasi mengenai jadwal rilis dan proses transisi dari GEO MAPID dan SINI AI akan diumumkan melalui kanal resmi MAPID.