Dari Kemacetan hingga Peluang Bisnis: Membaca Karya 10 Finalis MAPID WebGIS Competition 2026
rickynovar
Moch Ricky MAPID Team

28 September 2026

Dari Kemacetan hingga Peluang Bisnis: Membaca Karya 10 Finalis MAPID WebGIS Competition 2026

Transportasi massal sering dibahas dari sisi armada dan jadwal. Namun para finalis MAPID WebGIS Competition 2026 melihatnya dari sudut yang lebih luas: siapa yang bisa mengaksesnya, seberapa aman kawasan di sekitarnya, dan peluang ekonomi apa yang tumbuh di sekitar stasiun.

Kompetisi bertema "Maps That Think: Mass Transportation Edition" ini dibina oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Babak finalnya digelar pada 23 September 2026 di BINUS University Kampus Anggrek sebagai bagian dari MAPID Catalyst 2026.

Dari 175 Tim Menjadi 10 Finalis

Tahun ini, 175 tim dari 71 kampus di 57 kota mendaftar. Setelah melalui seleksi proposal serta rangkaian coaching dan mentoring, terpilih 10 finalis dari UGM, UNS, UNHAS, ITB, UNDIP, BINUS University, Telkom University, dan Universitas Indonesia. Dua di antaranya merupakan tim lintas kampus.

Karya para finalis dapat dikelompokkan ke dalam tiga arah besar.

Mobilitas yang Lebih Aman dan Inklusif

Sebagian finalis berangkat dari persoalan pengguna. DifaMap dari tim cerobong asap (UNHAS) menilai tingkat aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di sekitar titik transportasi massal. Commutely dari tim Reka Moda (UI) membantu pengguna memilih rute dan akses yang aman di sekitar stasiun KRL Jakarta pada malam hingga dini hari.

SIMPUL dari tim Cook (BINUS) memetakan kesenjangan layanan transit berdasarkan aktivitas warga. Sementara itu, EcoTrafficGIS dari tim BANG JO (UGM & UNS) mendeteksi kemacetan sekaligus emisi transportasi di Yogyakarta.

Kawasan Transit sebagai Pusat Ekonomi

Arah yang paling banyak diambil finalis adalah melihat stasiun sebagai simpul ekonomi. StaSIUN dari tim Jujur Saya Tidak Tahu dan Juga Tidak Diberitahu (BINUS) menganalisis potensi komersial ruang stasiun KRL di DKI Jakarta.

Tiga tim lain berfokus pada penentuan lokasi usaha. SIGMAPS dari tim Kamehameha (BINUS) merekomendasikan lokasi ritel atau F&B di sekitar stasiun KRL. Loconomics dari tim Loconomics (Telkom University) mencari lokasi bisnis strategis melalui analisis kawasan transit. SpotOn dari tim Triple T (BINUS) menimbang pasar, pesaing, dan akses transit dalam menentukan lokasi ritel potensial.

Kawasan Transit sebagai Ruang Hidup

Dua finalis lainnya melihat kawasan transit dari sisi kualitas hidup. Grahantara dari tim cinajawabatak (ITB, UNDIP & UGM) merekomendasikan kawasan kos mahasiswa berdasarkan konektivitas transportasi, harga, fasilitas, dan kemudahan berjalan kaki. Titik Temu dari tim Urban Nadi (ITB) mengukur vitalitas kawasan transit secara terintegrasi.

Para Pemenang

Dewan juri dari Masyarakat Transportasi Indonesia, KARLO, PT Indokoei International, dan MAPID menetapkan tiga juara utama. Juara Favorit ditentukan melalui suara peserta umum.

  • Juara 1: Grahantara, tim cinajawabatak (ITB, UNDIP & UGM)
  • Juara 2: Titik Temu, tim Urban Nadi (ITB)
  • Juara 3: SpotOn, tim Triple T (BINUS)
  • Juara Favorit: StaSIUN, tim Jujur Saya Tidak Tahu dan Juga Tidak Diberitahu (BINUS)

Pengumuman pemenang berlangsung pada 24 September 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta.

Transportasi Massal Lebih dari Sekadar Perjalanan

Beragamnya karya finalis menunjukkan bahwa transportasi massal kini dipandang sebagai bagian dari kehidupan kota secara utuh, mulai dari tempat tinggal dan tempat usaha hingga soal keamanan dan kesetaraan akses. Lewat WebGIS, persoalan-persoalan tersebut dapat dipetakan, dibandingkan, dan dijadikan dasar keputusan, sejalan dengan semangat "Maps That Think".

Syarat dan Ketentuan
Pendahuluan
  • MAPID adalah platform yang menyediakan layanan Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan, visualisasi, dan analisis data geospasial.
  • Platform ini dimiliki dan dioperasikan oleh PT Multi Areal Planing Indonesia, beralamat